23 Januari 2023 2:14 pm

Urgensi Memberi Jarak Kelahiran: Belajar dari Kasus Ibu yang Wafat Pasca-operasi Caesar yang Ke-8

Urgensi Memberi Jarak Kelahiran: Belajar dari Kasus Ibu yang Wafat Pasca-operasi Caesar yang Ke-8
Belakangan ini tengah viral kabar seorang ibu muda yang meninggal setelah menjalani operasi caesar untuk kedelapan kalinya. Sang ibu ini sebenarnya pernah melahirkan sebanyak sepuluh kali. Namun, di usianya yang ke-33 tahun, ia harus menghembuskan napas terakhirnya.

Identitas sang ibu tersebut diketahui bernama Zaihan Abdul Halim. Wanita yang bersalin untuk terakhir kalinya di Hospital Universiti Kebangsaan Malaysia (HUKM) tersebut meninggal karena komplikasi plasenta tahap ke-4, yang membuatnya mengalami pendarahan hebat. Bayi berusia 32 minggu yang dilahirkannya dapat diselamatkan oleh tim dokter dan saat ini masih berada di NICU.

Dilansir dari DetikHealth, ada banyak bahaya yang mengintai seorang ibu yang melakukan prosedur operasi caesar untuk kesekian kalinya. Walaupun belum ada penelitian yang secara tepat menetapkan berapa kali operasi caesar dapat dilakukan secara aman, tapi menjalani operasi caesar berulang kali dapat menyebabkan beragam risiko.


ilustrasi ibu dan bayi
ilustrasi ibu dan bayi

Semakin sering seorang ibu menempuh operasi caesar untuk bersalin, semakin besar risikonya mengalami plasenta akreta, yakni plasenta tertanam terlalu dalam ke dinding rahim, atau placenta previa, yaitu plasenta menutupi sebagian atau seluruh pembukaan serviks. Keduanya dapat membuat risiko kelahiran prematur, perdarahan berlebihan, dan operasi pengangkatan rahim menjadi lebih besar.

Bekas luka operasi (adhesi) yang pasti dimiliki oleh ibu yang melahirkan secara caesar khususnya. Adhesi yang padat dapat meningkatkan risiko cedera kandung kemih atau usus. Selain itu, seiring bertambahnya jumlah sayatan di perut saat operasi, akan memperbesar risiko komplikasi.

Mendiang Zaihan Abdul Halim yang meninggal di usia tergolong muda mengajarkan untuk mengetahui pentingnya memberi jarak antarkelahiran. Zaihan wafat di usia 33 tahun, meninggalkan sepuluh putra dan putrinya. Jarak antarkelahiran yang terlalu dekat sangat membahayakan ibu dan bayi. WHO menyarankan agar jarak kelahiran antara satu anak dengan anak lain sebaiknya antara 18 bulan sampai 24 bulan. Sementara itu, BKKBN menyatakan idealnya jarak tersebut adalah tiga tahun.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memberikan jarak antarkelahiran demi kesehatan dan keselamatan ibu beserta janin yang dikandungnya. Berikut ini cara yang dapat Bunda dan suami lakukan.

klik untuk memperkuat rahim dan menjaga kesehatan ibu dan bayi
klik untuk memperkuat rahim dan menjaga kesehatan ibu dan bayi

1. Menggunakan alat kontrasepsi

Metode kontrasepsi merupakan cara efektif untuk mencegah kehamilan. Ada berbagai macam metode kontrasepsi yang dapat dipilih, seperti pil KB, alat kontrasepsi mekanik (seperti kondom atau spiral), dan alat kontrasepsi hormon (seperti suntikan atau implan).

2. Menjalani sterilisasi

Sterilisasi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan cara mengubah sistem reproduksi. Operasi ini dapat dilakukan pada pria (vasektomi) atau pada wanita (tubektomi). Namun, perlu diingat bahwa operasi ini biasanya merupakan pilihan yang tidak dapat dibatalkan, jadi pastikan Bunda mempertimbangkannya dengan sebaik-baiknya sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini.

3. Menunda kehamilan

Jika Bunda belum siap untuk memiliki anak lagi, Bunda dapat mempertimbangkan untuk menunda kehamilan. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kontrasepsi atau dengan menunda aktivitas seksual sampai Bunda siap untuk memiliki anak lagi.

4. Menjalani program kehamilan yang direncanakan

Program kehamilan yang direncanakan (planned parenthood) merupakan program yang ditujukan untuk membantu pasangan yang ingin memiliki anak dengan jarak waktu yang sesuai dengan rencana. Program ini dapat memberikan informasi dan bantuan dalam perencanaan kehamilan.


klik untuk memperkuat rahim dan menjaga kesehatan ibu dan bayi
klik untuk memperkuat rahim dan menjaga kesehatan ibu dan bayi

Sebagai catatan, sebelum memutuskan cara apa yang akan digunakan untuk memberikan jarak antarkelahiran, sebaiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau profesional kesehatan lainnya. Bertanya kepada ahli bertujuan untuk memastikan bahwa pilihan yang dipilih sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan Bunda. (*NAFF/Unsplash)

Blog Post Lainnya
Social Media
Alamat
0856-4184-0158
0856-4184-0158
Metode Pengiriman
-
-
-
@2024 Newcolla Official Inc.